Sampah Membawa Berkah???

      Setiap orang yang berakal pasti menyukai kebersihan. Entah kebersihan badan maupun lingkungan sekitar. Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Pasti kita sering mendengar kalimat itu dari kecil sehingga mungkin kita telah bosan akan kalimat biasa itu. Memang kalimat itu terkesan biasa saja, tetapi nyatanya kalimat itu memiliki maksud yang sangat dalam. Hal itu terjadi karena besarnya pengaruh lingkungan terhadap keberlangsungan hidup kita di masa sekarang maupun nanti yang akan datang, itu sama saja.

      Lingkungan yang bersih juga dapat membuat hidup nyaman,aman, dan tenang. Kita tidak perlu khawatir jika ada hewan-hewan berbahaya bersarang di sekitar area rumah. Ya meskipun itu memang harus kita perhatikan. Tetapi setidaknya resiko yang kita dapat tidak terlalu besar dan bisa mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak inginkan.

      Kini sampah bukan hanya menjadi sampah yang tidak berguna. Bahkan sampah-sampah tertentu bisa menjadi ladang uang bagi seseorang, seperti sampah botol bekas, kardus, kertas, kabel-kabel dan sampah lainnya. Hal itu dikarenakan harga sampah rongsokan atau barang bekas tersebut memiliki nilai uang yang tinggi.

      Seperti yang kita ketahui, banyak orang yang bermatapencaharian sebagai pemulung bisa hidup sukses. Bahkan jika menjadi seorang pengepul sampah, untung yang didapat bisa lebih berkali-kali lipat lagi banyaknya. Tidak jarang kita temui orang-orang tersebut bisa membeli mobil bahkan berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Bukankah sangat menggiurkan bukan?

      Tetapi terkadang orang-orang seperti itu menjadi lalai untuk menjaga kebersihan karena membiarkan sampah itu berserakan. Keresahan warga pun timbul akibat bau menyengat yang ditimbulkan oleh sampah-sampah tersebut. Banyak warga merasa terganggu dan tidak nyaman akan hal itu. Meskipun berkah yang didapatkan sangat banyak, tetapi kebersihan lingkungan harus tetap nomor satu untuk diutamakan agar semua merasa nyaman dan senang. Kebiasaan memanfaatkan sampah memang harus dimulai sejak kecil, begitu pula dengan kebiasaan menjaga kebersihan hidup.

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Nyadran Menjadi Ikon Budaya Desa Ngadirenggo

Tenggelamnya Karakter Siswa Pasca Pandemi: Mudahkah Membangun-Nya?