Tenggelamnya Karakter Siswa Pasca Pandemi: Mudahkah Membangun-Nya?

 Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan ciri khas sopan-santun dan ramah tamahnya oleh wisatawan mancanegara. Para wisatawan mancanegara berbondong-bondong datang ke Indonesia, selain untuk berwisata juga untuk mengenal budayanya yang terkenal unik dan penduduknya yang  sangat ramah. Padahal nyatanya, karakter ramah tamah dan sopan santun itu semakin menurun dari tahun ke tahun. Hal itu dikarenakan adanya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia semakin terus menerus, yang membuat seseorang memiliki sifat individualis karena kurangnya bersosialisasi dengan masyarakat dan mengurung diri di rumah, karena semuanya serba instan lewat gadget ataupun aplikasi belanja online yang sangat mudah tentu juga murah. Sehingga pendidikan karakter yang harus dimiliki seorang pelajar sebagai anak bangsa untuk meneruskan dan mewujudkan cita–cita bangsa kini pun semakin terkikis dan hampir hilang dari peradaban. Apalagi ketika pandemi covid-19 menyerang Indonesia.

 Pandemi covid-19  telah mewabah di Indonesia pada Maret, 2020. Dapat kita ketahui, akibat dari pandemi covid-19 yang menyebar luas di Indonesia, salah satunya di sektor pendidikan. Pemerintah menganjurkan untuk belajar di rumah secara daring (dalam jaringan). Pelaksanaan sekolah secara daring yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun, tentu memberikan dampak bagi siswa. Jangka waktu yang tidak singkat tersebut, mempengaruhi karakter siswa. Siswa yang awalnya bersekolah rajin secara tatap muka dengan guru, kini harus belajar secara online lewat gadget, laptop, atau alat komunikasi lainnya. Dengan adanya pandemi covid-19 tersebut, tentu saja menambah potensi hilangnya karakter siswa yang harus diberikan dan di ajarkan dalam dunia pendidikan.

 Apakah itu mungkin terjadi? Tentu saja, bagaimana tidak? Pada masa pandemi covid-19 karena terbatasnya interaksi antara guru dengan murid memberikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Seorang guru menjadi sulit untuk berkomunikasi dan membimbing muridnya dalam belajar. Bahkan, ada beberapa guru yang tidak mengenali wajah muridnya akibat terbatasnya interaksi tersebut. Padahal pembentukan karakter siswa akan mudah dibentuk ketika mereka bertemu secara langsung. Kalaupun seperti itu, bagaimana mungkin seorang guru bisa memastikan bahwa muridnya benar-benar belajar dan paham akan materi yang diberikan? Hal itu sangat sulit.

 Para guru dalam kegiatan belajar secara daring pun kebanyakan hanya memberikan tugas, absensi dan materi yang dipelajari tanpa dibahas secara mendalam. Tidak jarang, seorang pelajar menjadi malas untuk bersekolah secara daring karena lebih mementingkan dunianya sendiri, seperti bermain game, tidur, atau kegiatan yang tidak penting lainnya yang dapat mengganggu konsentrasinya dalam belajar. Pendidikan karakter yang harus diberikan kepada siswa pada saat belajar, kini tinggal angan dan semakin diabaikan. Peristiwa ini menjadikan peran orang tua sangat penting untuk membantu guru membentuk karakter siswa ketika siswa belajar dari rumah.

 Pendidikan karakter atau biasa disebut pendidikan moral tersebut merupakan sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu  kepada siswa  (peserta didik) yang di dalamnya terdapat kompoten pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Secara umum fungsi pendidikan ini untuk membentuk karakter seseorang sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran kepada sesama, tangguh dalam menghadapi suatu hal, dan tentunya berperilaku baik yang sesuai dengan tatanan norma yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Sehingga pendidikan karakter ini sangat penting bagi seorang siswa untuk masa depan yang akan datang nantinya. 

 Pendidikan karakter pastinya tidak jauh-jauh dari pendidikan intelektual atau pendidikan akademik. Di masa sekarang ini, pendidikan intelektual atau biasa disebut pendidikan akademik merupakan suatu hal yang dianggap paling utama dalam sebuah pendidikan. Seorang pelajar yang memiliki pendidikan intelektual baik, tentu saja sudah dicap sebagai pelajar yang paling unggul dari pelajar lainnya, tanpa memperhatikan pendidikan karakter (moral) yang dimiliki pelajar tersebut. Padahal kenyataannya pendidikan karakter merupakan hal yang paling utama dari segi apapun. Hal itu dikarenakan, karakter seseorang dapat menentukan kedudukan, harga diri, maupun tingkatan seseorang dalam hidup bermasyarakat di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki karakter yang baik pasti akan lebih dihargai dan disegani oleh orang lain.

 Sering kita temui dalam kehidupan sehari – hari, terdapat seseorang siswa memiliki kemampuan intelektual yang tinggi dibanding siswa yang lainnya, tetapi memiliki karakter atau moral yang kurang baik. Contohnya pada beberapa kasus, seperti tidak memiliki sopan santun kepada guru, berbicara seenaknya tidak sesuai dengan tata krama, membolos pada jam pelajaran, tawuran antar sekolah, melakukan tindakan kriminal, dan lain- lain. Tidak semua siswa bertindak seperti itu. Masih terdapat siswa yang memiliki intelektual tinggi dan berkarakter baik di kehidupan sehari-hari. Tetapi itu sudah sangat jarang kita temui, mungkin hanya terdapat satu banding tiga di masa sekarang ini. Siswa yang memiliki karakter atau moral yang baik, pasti mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi atau biasa saja seperti pada umumnya. Tutur katanya lembut, sopan, mendengarkan jika diberi nasihat dan masih banyak lagi. Itu yang sangat diperlukan untuk kehidupan di masa ini dan di masa yang akan datang.

 Di masa yang akan datang terutama dalam dunia kerja, pendidikan karakter jauh lebih penting  dibandingkan pendidikan intelektual. Hal itu karena pendidikan karakter  yang sudah tertanam sejak kecil membuat seseorang menjadi terbiasa melakukan hal-hal yang sopan dan sesuai dengan tatanan di masyarakat tanpa ada sebuah paksaan dari dirinya sendiri maupun orang lain. Sebenarnya pendidikan intelektual juga sama pentingnya. Namun, pendidikan intelektual bisa dipelajari maupun dikembangkan kapan saja dan di mana saja sesuai dengan keinginan dari diri orang tersebut. Pendidikan karakter seharusnya diberikan dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Entah di rumah, sekolah, atau di mana pun. Selain belajar untuk menambah ilmu atau wawasan, karakter yang baik harus diterapkan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran agar menjadi seimbang. Seorang yang memiliki pendidikan intelektual yang baik akan memiliki pendidikan karakter yang baik pula. 

Mudahkah Membangun Karakter Seseorang Siswa?

 Dalam membangun karakter ini diperlukan dukungan dari orang-orang terdekat seperti orang tua, maupun guru di sekolah juga berperan penting. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak, dapat di mulai sejak usia dini dengan menanamkan nilai- nilai dan norma-norma serta pendidikan agama yang telah di wariskan secara turun-temurun dalam keluarga tersebut. Seorang anak yang memiliki kebiasaan baik sejak kecil, pasti memiliki karakter yang lebih baik saat ia dewasa. Jika memang mereka tahu kalau ia berbuat salah, maka anak akan menghentikan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.  

 Di samping itu, seorang guru harus paham dan menguasai bagaimana cara membangun karakter siswa tersebut. Karena peran guru di sekolah selain sebagai pendidik, juga sebagai orangtua ke-dua di sekolah. Lalu bagaimanakah cara guru membangun karakter siswa tersebut? Dengan memberikan apresiasi dalam setiap pencapaiannya. Karena karakter positif siswa dapat terbentuk jika dirinya merasa dihargai atas usaha belajarnya. Baik suatu pencapaian yang maksimal ataupun belum maksimal. Selain itu guru juga bisa memberikan sebuah teladan dan pesan moral yang baik bagi siswa dalam sebuah pembelajaran. Jika seorang guru memberi teladan yang baik, seorang siswa yang baik pasti juga akan mengikuti apa yang dicontohkan oleh guru tersebut. Karena pada dasarnya seorang siswa adalah seorang anak yang memerlukan sebuah tuntunan dari orang tuanya di sekolah atau di manapun. Sebuah pengalaman yang inspiratif pun juga sangat berdampak pada karakter siswa, karena dapat memberi motivasi baru. Siswa menjadi lebih tau bagaimana cara-cara untuk mengembangkan diri lebih dari apa yang telah ia miliki untuk kehidupannya nanti.

 Tetapi dalam membentuk sebuah karakter, diri sendiri juga memiliki peran yang sangat penting. Pada dasarnya karakter yang dimiliki setiap orang berbeda-beda.Seorang anak yang baik dan memiliki nilai agama yang baik pasti tentu memiliki kemampuan akademik maupun nonakademik yang baik. Apalagi pada masa sekarang yang serba mudah ini, hanya agama lah yang menjadi tiang utama dalam menjalani kehidupan.

 Beberapa cara untuk membentuk karakter yang baik dalam diri sendiri dapat dimulai dengan cara menghargai diri sendiri. Seseorang yang bisa menerima dirinya sendiri baik dalam bentuk jasmani dan rohaninya pasti akan lebih mudah mencintai dirinya atas karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana bisa membentuk karakter diri tanpa menghargai keadaan dirinya sendiri? Tentu sangat sulit dilakukan. Semakin kita menghargai diri sendiri , semakin memudahkan kita dalam membangun sebuah karakter baik dalam diri kita sendiri.Selain itu, kita juga harus bisa untuk mengendalikan diri sendiri. Kita tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik di sekitar kita, seperti pemilihan teman bergaul dan lingkungan yang tepat. Berteman dengan orang yang salah juga dapat mempengaruhi kita, jika kita tidak bisa mengendalikan diri kita sendiri.

Akhir Kata

 Dengan demikian, pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap siswa sebagai penerus generasi bangsa. Sebagai seorang pelajar harus memiliki pribadi yang bermoral, berakhlak baik dan memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama. Pelajar yang memiliki karakter baik akan mempengaruhi harga diri dan kedudukan mereka dimasa mendatang tentunya dalam hidup bermasyarakat. Apalagi adanya globalisasi yang terjadi di Indonesia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi karakter siswa. Dengan adanya perkembangan globalisasi yang semakin pesat dan modern membuat melemahnya karakter siswa dari segi sosialisasi. Banyak siswa bersikap individualis dan lebih mementingkan gadget.

 Selain itu, pandemi covid-19 yang mewabah di Indonesia belakangan ini  mengharuskan para siswa belajar secara daring, yang menyebabkan pembentukan karakter siswa menjadi tidak maksimal. Pembentukan karakter itu sendiri memerlukan dukungan dari orang-orang terdekat dan juga lingkungan sekitar, seperti orang tua ketika di rumah dan guru ketika di sekolah. Karakter dapat dibangun dari dalam diri sendiri karena pada dasarnya karakter setiap orang itu tidak sama. Pembentukan karakter dari dalam diri sendiri dapat dibangun melalui cara orang tersebut menghargai dirinya sendiri dan bagaimana caranya mengendalikan dirinya. Jadi, ketika ingin membentuk karakter diri yang baik lakukan dengan tepat dan yang sesuai dengan diri kita sendiri. Jangan pernah membentuk karakter diri dengan berkaca dari hidup orang lain. 

DAFTAR PUSTAKA

Glints.com.2022.”9 Cara Membentuk Karakter Diri di Dunia Kerja”, https://glints.com/id/lowongan/cara-membentuk-karakter-diri/#.Y-i0TnZBzIU , diakses pada 06 Februari 2023 pukul 21.10.

Smadwiwarna.sch.id.2022.”Ini 5 Cara Membangun Karakter Siswa yang Bisa Dilakukan”, https://www.smadwiwarna.sch.id/cara-membangun-karakter-siswa/ , diakses pada 06 Februari 2023 pukul 13.10.

Smkwidyanusantara.sch.id.2019.”Pendidikan Karakter: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Urgensinya”. https://smkwidyanusantara.sch.id/read/5/pendidikan-karakter-pengertian-fungsi-tujuan-dan-urgensinya#:~:text=Pendidikan%20karakter%20adalah%20suatu%20sistem,untuk%20melakukan%20nilai%2Dnilai%20tersebut , diakses pada 05 Februari 2023 pukul 23.47. 


Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Nyadran Menjadi Ikon Budaya Desa Ngadirenggo

Sampah Membawa Berkah???